Kompas: Angin Ribut Berhembus pada Bisnis Otomotif ASEAN

Share This Page

Read original article here.

Singapura, KompasOtomotif – Tiga tahun lalu, sektor otomotif di wilayah ASEAN tampak sangat berbeda dengan apa yang terlihat saat ini. Kala itu, tepatnya di tahun 2013, pasar Thailand, Indonesia dan Malaysia, mencatat rekor tertinggi penjualan kendaraan roda empat. (Baca : Penjualan Mobil Indonesia Thailand dan Malaysia Anjlok).

Menariknya lagi Thailand dan Indonesia, yang mendulang penjualan melampaui apa yang diinginkan atau ditargetkan untuk pertama kalinya, dan mendapat perhatian besar dari media Jepang. Lebih dari itu, kondisi ini juga membuat produsen besar Jepang, memantau perkembangan pasar ASEAN, untuk memutuskan apakah masih perlu memompa lebih banyak investasi di negara Asia Tenggara itu.

Pernyataan ini disampaikan Mohit Arora, Vice President, J.D. Power Asia Pacific, dalam siaran resmi yang diterima KompasOtomotif, Senin (29/5/2016).

“Sementara di sisi lain, Filipina dan Vietnam, memiliki penjualan yang jauh dari rata-rata, jika dibanding dengan tetangga-tetangga mereka tersebut. Filipina memiliki pertumbuhan yang flat dan buruknya lagi Vietnam, yang mengalami penurunan penjualan di 2013,” ujar Mohit Arora.

Keadaan Berbalik

Itu cerita masa lalu, namun saat ini di 2016, keberuntungan seolah berbalik. Pasar otomotif pada tiga bintang besar ASEAN mengalami penurunan penjualan hingga dua digit. Mereka dibuat tak berdaya dengan kondisi pasar dan dipaksa menerima hasil tersebut. Di lain pihak, Filipina dan Vietnam, justru bisa selamat tanpa cidera, dengan pertumbuhan masing-masing 26 persen dan 12 persen.

“Kenyataan tersebut, memunculkan ketidakpastian bisnis, sehingga akan sulit dalam menentukan perencanaan pasar ke depannya. Para produsen mobil tentunya siap akan perlambatan, namun tidak dengan kondisi perlambatan yang belum pernah ada sebelumnya, seperti pada sekarang ini. Para pemain harus berembuk ulang dalam memunculkan strategi baru, untuk mengatasi masalah ini dengan cepat,” jelas Mohit Arora.

Mohit melanjutukan, hembusan angin mematikan yang tidak menguntungkan bisnis otomotif ASEAN ini dipengaruhi beberapa faktor, internal maupun eksternal. Tanpa diragukan lagi, unsur tersebut punya efek yang kuat dan menghawatirkan jika tidak ditangani.