Kompas: Fenomena Karakter Konsumen Otomotif Asia

Share This Page

Read the article here.

Jakarta, KompasOtomotif – Karakter pembeli kendaraan bermotor di wilayah ASEAN mengalami perubahan cukup cepat. Produsen mobil harus bisa menangkap fenomena ini, jika tidak ingin kehilangan pasar.

Mohit Arora, Vice President, JD Power Asia Pacific mengatakan, konsumen otomotif Asia sudah semakin banyak yang memanfaatkan teknologi internet, dalam melakukan proses transaksi kendaraan. Khususnya Indonesia dan Thailand, jumlahnya terus meningkat dalam lima tahun terkahir.

“Seperti halnya pasar otomotif Amerika dan Jepang, jumlah pembeli kendaraan yang memanfaatkan teknologi internet untuk membeli kendaraan meningkat signifikan di Asia. Angka ini meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, terutama pada konsumen di Indonesia dan Thailand,” tutur Mohit Arora, dalam siaran resmi yang diterimaKompasOtomotif, Senin (9/5/2016).

Kemudian, lanjut Mohit, minat konsumen atas kendaran juga terasa bergeser, dari mobil kecil beralih ke kendaraan lebih besar, seperti jenisurban sport utility vehicle (SUV) atau compact SUV. Kondisi ini sudah bisa dilihat pada pasar Indonesia, di mana mobil SUV sedikit demi sedikit menjadi populer di masyarakat.

“Namun, beberapa merek di Indonesia, masih belum menawarkan model tersebut di showroom mereka. Coba kita lihat China, di mana produsen lokal sanggup menggaet pangsa pasar, karena kemampuan mereka dalam membaca tren ini di waktu yang tepat, dan membuat model baru untuk memenuhi celah tersebut,” ujar Mohit.

Mohit menambahkan, konsumen di Asia saat ini punya waktu lebih lama di dalam mobil, dan akan butuh fitur yang bisa membuat mereka nyaman. Di Thailand, beberapa produsen sudah memperkenalkan Apple Car Play dalam sistem informasi hiburan untuk model mobil baru, seperti fitur pencarian melalui suara “Siri”.

“Oleh karena itu, nantinya mobil dengan fitur-fitur yang menyediakan konektivitas serta kenyamanan akan jadi pilihan konsumen saat di wilayah ini,” tutur Mohit.